• Home
  • About
  • Mine
    • Life
    • Thoughts
    • Words
    • Beauty Stuff
  • Traveling
  • Foodie
  • Art & Snap
  • Portfolio
Powered by Blogger.
Linkedin instagram twitter facebook

Pages

Keep silent, please. Let's enjoy some things

4. Masa Perkuliahan
Hal mengejutkan ketika masuk perkuliahan adalah jumlah mahasiswa dalam satu mata kuliah (hampir tiap matkul), 70 orang adalah jumlah minimal, bisa jadi lebih karena ada tambahan dari kakak tingkat yang mengambil ulang kelas tersebut. Semester pertama berjalan begitu saja dengan tugas kuliah dan tugas orientasi yang cukup melelahkan. Pernah nangis dan merasa buntu, merasa gak pernah bisa belajar karena kerjaannya ngejar deadline tugas besar dan tiba-tiba UTS dan UAS udah di depan mata. 
"Kita selama ini belajar apa ya ? kok udah UAS aja" sebuah celetukan yang pernah aku sampein ke partner nugas aku di waktu menjelang UAS semester 1

UAS semester pertama terasa cukup kacau sampai waktu itu nelpon ibu untuk bilang "maaf ya, vi ngerasa ujiannya gak maksimal".
Tapi saat keluar hasilnya, syukur alhamdulillah masih bisa dibilang aman.

Lanjut ke semester ke-dua, karena merasa di semester awal gak maksimal so di semester ini aku bertekad untuk memperbaiki, singkat cerita semester ini ada peningkatan.

Lanjut ke semester ke-tiga, mencoba mempertahankan perbaikan di semester 2, awal semester masih terasa semangat, tapi dipertengahan tiba-tiba pikiran terasa kacau.
Ada yang berbeda memasuki semester 3 ini, yang paling bikin kesel adalah kelas dengan 4 sks, jumlah mahasiswanya mencapai 140 orang, kelas rasanya sudah sangat tidak kondusif dan ini artinya mahasiswa harus bener-bener mandiri untuk belajar mata kuliah tersebut.
Aku kesulitan disini, karena aku tipe yang butuh ada input pemahaman dari kelas, tapi kenyataannya setiap keluar kelas entah apa yang aku dapat, nihil.
Di semester ini aku mulai banyak mengeluh dan meminta ke ibu untuk pindah jurusan tapi, kata ibu "coba jalanin dulu, bertahan, mba udah masuk teknik sipil ini kan udah atas izin Allah, jalanin aja"
daaan, hasil di semester ini, IP turun hingga ke angka 2,7.

Lanjut ke semester ke-empat, masih dengan drama "mama, aku minta pindah jurusan" dan dengan mindset "aku jenuh dan gak tertarik dengan apa yang aku pelajari saat ini", hasil semester ini IP semakin menurun!!! walaupun IPK masih di angkat 3,... (bersyukur terbantu IP di semester 2 yang alhamdulillah tinggi) tetap pikiran jadi kacau.
namun hasil IP tersebut tetap gak mengubah jawaban ibu untuk minta aku tetap bertahan di jurusan tersebut, malah nih... jawabannya bertambah "nanggung, udah semester 4, udah setengah jalan".

Oke, fix ini mah gak ada harapan untuk dapat izin orang tua.

Dengan kondisi gitu, aku hanya bisa meninggikan rasa tanggung jawab sebagai anak yang dibiayai orang tua, berusaha untuk semangat lagi walauu ya... naik turun gak karuan semangatnya, usaha untuk ngerjain tugas-tugas besar dan do'a tetep lanjut tapiii kalimat yang sering terucap :
"ini apa sih ngintung luas besi sama beton aja kerjaannya, gambarnya hanya kotak-kotak sama lingkaran, gak ada yang indah2nya gitu?"
"duuh, aku salah jurusan nih, gak passion, gimana ya... gak ada semangat buat belajar"

Sampai suatu ketika... selepas ujian aku ngucap kalimat di atas, ada seorang temen yang menanggapi dengan inti kalimat "Vir, jangan dipikir gitu terus, itu malah bikin pikiran negatif dan gak semangat, passion itu bisa dibentuk kok"
DEG, tetiba kata2 itu semacam menyadarkan, kalau dengan ngeluh malah bisa bikin hal ini tambah berat, dan dengan kondisi saat itu (tidak ada ACC pindah jurusan) lebih baik mencoba berpikir positif dan membentuk sebuah passion di tempat aku saat ini.

Entah, passion itu beneran bisa kebentuk atau gak, tapiii dengan mencoba mempercayai kalimat itu dan lebih berpikir positif serta menjauhkan pikiran negatif, it works on me.

Semester-semester selanjutnya, nilai aku membaik dan bisa lulus cukup tepat waktu dengan IPK yang cukup baik.

So, buat kalian yang merasa salah jurusan tapi gak dapat restu pindah jurusan dari orang tua, mungkin kisah ini bisa sedikit membantu.

- Rasa tanggung jawab yang dipegang erat-erat
- Usaha dan Do'a yang harus terus berjalan
- Selalu berusaha untuk berpikir positif dan jauh jauh dari pikiran negatif
- Cari aktifitas diluar perkuliahan yang kalian minati (tanpa menggangu kegiatan kuliah loh ya)

Apapun yang terjadi dalam hidup kita sudah dengan izin Allah dan bisa jadi hal yang terbaik untuk diri kita, yang perlu kita kontrol adalah diri kita sendiri. Di awal yang terpikirkan hanya sebuah kesalahan yang berhasil memunculkan kalimat "seandainya duluuuuu aku gak milih jurusan ini" bisa berakhir dengan "ternyata banyak kok yang bisa disyukuri dengan ambil jurusan ini"

Kali aja beberapa hal di atas bisa membantu membentuk passion yang baru, atau setidaknya membantu menjalani kehidupan perkuliahan (salah jurusan). Semoga dengan mengikuti keinginan orang tua kita, ada keberkahan yang dititipkan didalamnya :)

Sekian....
Part 1
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Masuk jurusan yang sesuai dengan passion memang merupakan suatu hal yang perlu disyukuri dan mungkin akan memberikan banyak benefit dalam perkembangan diri individunya, 
namun... bagi kalian yang merasa salah masuk jurusan, percayalah "pindah jurusan bukan satu-satunya jalan keluar bagi kalian" tapiii bukan berarti ada larangan untuk kalian pindah jurusan yaaa, pindah boleh-boleh ajaaa, sah-sah ajaaa

---

"Teknik Sipil" adalah sebuah jawaban pasti ketika aku mendapat pertanyaan "kuliah jurusan apa?"
Well, kisah masuk teknik sipil ini selalu aku anggap sebagai sebuah jalan yang dibantu oleh Allah, bukan jalan hidup yang aku rencanakan sedikit pun, bukan pula permintaan dari orang tua atau keluarga lainnya.
"Nihil" adalah kata yang cocok untuk mendeskripsikan pengetahuan aku tentang teknik sipil di masa menjelang kuliah, tapi nyatanya sekarang, setelah menjalani perkuliahan selama 4 tahun 3 bulan, aku  lulus dengan gelar "Sarjana Teknik" dengan segala kisah suka duka yang bisa dikenang dan disyukuri :)

Cerita ini bermulaaaa....

1. Pendaftaran SBMPTN Undangan
Setelah konsultasi kesana-kemari dengan berbagai pembimbing, jatuhlah pilihanku untuk mendaftar teknik geodesi di dua universitas yang berlokasi di Jawa Tengah. Tiba hari pendaftaran, aku dibantu  pihak sekolah untuk proses pendaftaran, saat itu yang membantuku adalah salah seorang IT. Tiap pendaftar memiliki kesempatan untuk memilih 2 universitas dengan 2 jurusan di tiap universitasnya.

IT : mau daftar apa ?
Vi : daftar Undip dan UGM, pak. teknik geodesi
IT : yang pertama Undip ? Teknik Geodesi sama apa ?
Vi : iya, pilihan pertama Undip, jurusan teknik geodesi aja pak
IT : loh kan ada kesempatan pilih 2 jurusan, pilih satu lagi aja
Vi : gak ada pilihan lain, pak. satu aja gapapa
IT : sayang loh kesempatannya gak dipakai

(entah bagaimana... tiba-tiba kepikiran untuk memilih jurusan secara asal, dan kepikiran teknik sipil dengan dasar... saat mencari info pendaftar tahun lalu, teknik sipil termasuk banyak peminatnya, dengan kondisi seperti itu aku pikir gak akan lah keterima, daftar hanya untuk formalitas aja)

Vi : gitu ya pak, yaudah satunya saya pilih teknik sipil deh
IT : teknik sipil ya, ini yang pilihan pertama yang mana ?
Vi : teknik geodesi, pak
IT : pilihan pertama yang passing gradenya lebih tinggi dong, kan ini tinggian teknik sipil
Vi : gitu ya pak, yaudah deh pertama teknik sipil

(well, labil ya... dengan mudah langsung berubah gitu aja dan perubahan itu masih dengan pemikiran, paling juga gak akan keterima di teknik sipil, numpang lewat aja)

2. Pengumuman Hasil SBMPTN Undangan
Selang beberapa bulan, keluarlah pengumuman di sore hari, tepat pukul 16.00 WIB. Saat itu aku terkejut dan secara spontan merasa bahagia atas sebuah pencapaian "diterima di teknik sipil Undip".
lucunyaaa kebahagiaan itu hanya terasa sesaat.

Masih teringat jelas, selepas melaksanakan sholat magrib, aku nangis iiss iisss... meratapi sebuah nasib kalau aku akan melanjutkan kuliah di jurusan teknik sipil yang aku gak tau itu apa, serasa semua konsultasi yang aku lakukan beberapa bulan menjelang pemilihan jurusan itu gak ada maknanya, impian2 yang aku bayangin kandas daas daas...

Mungkin ada yang berpikir "daftar lagi saja ke jurusan lain melalui ujian tertulis" tapi aku gak bisa ngelakuin itu, kenapa ? karena pihak sekolah SMAku bisa terdampak dalam seleksi SBMPTN Undangan tahun selanjutnya. Menolak melanjutkan proses daftar ulang dan mencoba ujian masuk ke jurusan lain terkesan terlalu egois bagi aku, so aku melanjutkan proses dan menuju ke perkuliahan teknik sipil

PS : Dalam masa menuju mulainya tahun ajaran baru, aku membaca buku panduan dimana didalmanya tertulis "setelah menjalani 2 semester, mahasiswa/i dapat mengajukan proses pindah jurusan. hal ini tiba2 jadi pencerahan dan aku langsung bilang ke ibu "bu ini bisa pindah jurusan kalau udah jalanin kuliah 2 semester" tapi respon ibu "jalanin dulu aja, belum juga mulai kuliahnya".
aku juga pernah menelpon pihak univ untuk menanyakan "bisa gak saya pindah ke jurusan teknik geodesi?" dengan harapan kali aja bisa dipindah kalau dari awal minta, tapi ternyata jawabannya "tidak bisa". Anw, aku sampe nelpon 2 kali dengan harapan jawaban kedua berbeda dari jawaban pertama, tapi ternyata jawabannya sama aja. huft

3. Mulai Masa PMB
Satu hal yang paling teringat saat masa orientasi, ketika seorang dosen menanyakan "apa yang kalian ketahui tentang "beton" ?". Aku terkejut, ketika banyak teman2 yang mengangkat tangannya karena mereka mengetahui tentang beton, sedangkan aku sama sekali gak tau dan bahkan baru mendengar kata "beton". Merasa terkucilkan, perasaan salah jurusan tiba2 berkembang. Haduuuh duuuh duuuh :(

To be continue...
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Gloomy morning view from the peak of Mt. Ungaran 






Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Happy Birthday Adlina Kusumadewi, Barakallah Fii Umrik

I made this one for my lovely best friend in university when she got 21 yo
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Keep Smiling, Pals
Share
Tweet
Pin
Share
No comments




got more than a year experience with these guys
Yuk fokus ke foto yang di di atas
Di foto itu ada Bondan as a chairperson di kepanitian KKL sipil Undip 2015 (yang tertinggi dan berkacamata), lirik kesampingnya ada Heryanto, anak bekasi yang pernah ngaku dari makassar dan termasuk orang teriseng di tim ini, lirik ke sampingnya ada cewe lucu, imut nan mungil  lagi megang balon ‘S’, namanya Andini, she said “saya gak cantik tapi unik - (hu’um ndiin hu’um…,mau keduanya juga boleh), lirik kesamping lagi ada Bapak Bakhtiar alias sang koordinator, bapak yang gembul banget ini ternyata pernah kurus sekurus-kurusnya orang loh !!! hahaa :p, di sesi foto ini balon-balonnya bapak Bakhtiar yang ngurusin, jalan kesampingnya ada Cassandra, ini sekretaris kami loh, sejelek-jeleknya tulisan cewe satu ini lebih bagus dari pada tulisan Vi

well, kira2 itulah captionnya lol
Share
Tweet
Pin
Share
No comments



















Share
Tweet
Pin
Share
No comments


made this one during the boring class lol
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Butiran bening itu kini berjatuhan
Dari awan  kelabu yang menyelimuti kota
Menghapus senja
Mulai dari rintik, gemercik
Hingga cahaya kilat mendampingi
Gelegar, Daarr! Nada pecah terlahir

Angin datang membelai
Terkadang kasar, terkadang lembut
Mutiara palsu terpencar
Menyapa jendela yang kupandang

Jatuh menyentuh bumi
Mengalir, menyatu dengan tanah
Menghapus rindu yang lama terbendung
Terperangkap dalam hausnya karena terik panjang

Hilang sudah rinduku tersapu hujan
Usai sudah penantianku menunggumu datang

9 Januari 2015
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Dalam hidup ini terlalu banyak model permasalahan, apa ada yang sama persis?
I think.. nope!
So, How to through all problems we face which are no one exactly similar, dan Apa kita bisa melalui itu semua?
Jawabannya adalah "Yup, Pasti Bisa" 

Remember! Allah tak akan memberikan cobaan yang melebihi kapasitas hambanya, jadi masalah apapun yang kita hadapi, pasti kita mampu lalui. Kalau kita merada sedih, wajar... dan itu bisa diatasi kok. curhatlah kepada-Nya, kapan pun, dimana pun, tak terbatas oleh ruang dan waktu, and for good, gratiis tiiis tiiis :D
yang perlu kita lakukan adalah usaha sebaik-baiknya dan selalu berdo'a

" Manusia hanya bisa merencanakan dan mengusahakan, namun keputusan hanya di tangan Allah dan percayalah apapun yang terjadi kepada kita sudah atas izin-Nya dan merupakan sesuatu yang baik untuk kita "

" Belum tentu sesuatu yang membuatmu bahagia adalah hal yang terbaik untukmu dan belum tentu hal yang membuatmu sedih untuk sementara adalah hal yang buruk untukmu, Allah yang Maha Mengetahui, sedangkan kita tidak "

" Apabila dalam kesenangan, bersyukurlah dan apabila dalam kesedihan, bersabarlah, maka itu semua tetap baik untuk kita " - Man Shabara Zhafira : siapa yang bersabar maka akan beruntung

" Jangan melihat ujian sebagai musibah, tapi lihatlah ia sebagai kaffarah dosa "


Hidup itu perubahan, hidup itu ibarat roda yang berputar, lalui semuanya dengan selalu berusaha berpikir positif sehingga kita bisa belajar untuk menghadapi segala kondisi dan berubah menjadi lebih baik.  Jika di masa lalu ada banyak kesalahan maka jadikanlah pelajaran dan perbaikilah di masa yang akan datang, karena waktu tak dapat diputar ulang. Masih gagal juga memperbaikinya? Jangan putus asa!!! coba terus untuk memperbaiki yang salah dan berdo'alah agar pribadi kita selalu dihiasi dengan kebaikan. Bertawakallah... Percayalah usaha dan do'a tak akan pernah sia-sia.

Yuk belajar untuk memandang apa pun yang terjadi dalam hidup dari sudut pandang positif, maka selalu ada hikmah baik yang bisa kita peroleh. Bersyukur untuk menjemput kebahagiaan dalam kondisi apa pun. Terjatuh? Ayoo bangkit lagi, di depan sana Allah sudah menyiapkan hal terbaik untuk kita

" Maka tersenyumlah "



Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Newer Posts

About me

Virginia Listyani | Since 1994 | Engineer X Designer | Random | Indonesian |

Follow Me

  • LinkedIn
  • @virginialisty
  • @vrg.niaa
  • Twitter
  • Facebook
  • Youtube

Blog Archive

  • ►  2014 (1)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Feb (1)
  • ►  2016 (6)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sept (1)
  • ►  2017 (7)
    • ►  Mar (7)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Sept (2)
  • ▼  2021 (2)
    • ►  Mar (1)
    • ▼  May (1)
      • Review Vendor Pernikahan Part 2 (Seserahan, MUA, S...

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates