• Home
  • About
  • Mine
    • Life
    • Thoughts
    • Words
    • Beauty Stuff
  • Traveling
  • Foodie
  • Art & Snap
  • Portfolio
Powered by Blogger.
Linkedin instagram twitter facebook

Pages

Keep silent, please. Let's enjoy some things

 

  1. Seserahan, aku pakai "Seserahan Dari Hati", nemu di Ig dan kebetulan banget lokasinya di daerah jatibening yang cukup dekat dari rumah. Disini ada beberapa tema hiasan seserahan yang bisa dipilih dan aku pilih tema rustic. Alhamdulillah pelayanannya sangat ramah, harganya sewa 65rb/box (sudah menggunakan acrylic) termasuk murah kalau dibandingkan dengan vendor-vendor lainnya, waktu aku order sepertinya usaha ini belum lama berjalan dan masih ada promo sewa 10 box dapat free sewa box mahar, hasilnya simple dan cantik. Puas-puas-puaaaas !!!
  2. MUA, aku di make up sama "ka echu", cek deh hasil make up-nya via ig "@devurachmairiana" menurutku ini salah satu MUA dengan harga bersahabat yang recommended, aku puas banget sama hasil make up-nya. Well, make up itu selera-seleraan dan selera aku yang simple-simple, khususnya bagian alis, aku anti terlalu tebal badai hahahaa. Aku request untuk tetap terkesan natural, tanpa cukur alis, diawal make up aku info ke ka echu kalau alis aku tinggi sebelah dan ka echu bisa dong untuk ngatasin hal ini, pas proses make up juga bener-bener nyenengin, olesan tangan ka echu halus banget, gak ada sakit-sakit keteken atau ke gores-gores alis dan make up lainnya. Alhamdulillah, bersyukur banget gak salah pilih MUA :) 
  3. Attire/Sanggar, aku pakai "Sanggar Violeta" yang merupakan salah satu rekanan SCS, lokasi sanggarnya di deket rumah. Sanggar violeta bekerjasama dengan banyak MUA jadi kita bisa punya banyak pilihan, walaupun pilihan yang sesuai selera aku gak terlalu banyak sih hihihi, ada beberapa MUA yang perlu upgrade biaya, salah satunya MUA yang aku pake ada biaya upgrade 1,5 jt. Untuk lokasi sanggar berada di perumahan yang jalanannya cukup luas, namun sanggarnya sendiri cukup kecil (infonya di tahun 2020 sanggar violeta sedang bangun lokasi baru untuk sanggarnya). Customernya sangat banyak, pilihan bajunya sangat beragam, khususnya untuk pengantin wanita. Tahun 2020, sanggar violeta lagi banyak memperbaharui koleksi baju pengantinnya. Alhadulillah banget, baju kebaya yang aku kenakan untuk nikahan ini koleksi baju baru mereka jadi masih kinclong banget banget hehee. Harga sanggar ini di tahun 2020 terbilang miring, untuk pake komplit standar (baju akad-resepsi serta make up mempelai wanita, mempelai pria, 2 kain ibu, 2 set baju ayah, dan 4 set penerima tamu) sekitar 8,75 jt. Untuk baju resepsi aku bikin sendiri di H-14 hari, dadakan banget, awalnya gak berniat bikin tapi pas cek gaun-gaun di sanggar, mereka koleksinya model duyung dan yang ekornya panjang-panjang banget, nah aku gak selera sama model gitu, jadilah pas ambil baju untuk ibu sekalian bikin baju untuk resepsi. Langsung beli bahan berpayet (harga < 300rb/m) dan bikin model simple yang 1 minggu bisa selesai tuh gaunnya. Sepatu yang aku pakai juga modal sendiri hehe gak pakai sepatu sanggar, beli sepatu vaia yang lagi diskon dan bukan yang custom untuk bride, sebenernya vaia punya line sepatu bride yang tentunya harganya lebih mahal, tapi menurutku sepatu yang diclaim bukan untuk bride udah cucok banget disanding sama baju-baju pengantin.

  4. Dokumentasi Photo-Video, aku pakai "Omio" yang juga rekanan dari SCS. Well, untuk hasil foto menurutku pribadi lumayaaaan, harga untuk paket standarnya 1 photographer dan 1 videographer di angka 7 jt, aku ambil upgrade untuk nambah photographer, nambahnya lumayan euy, jadi total 12 jt. Dengan harga segitu aku kasih nilai 7 deh, cukupaaan ajaaa... bukan yang bener2 memuaskan karena ada pasal dalam kontrak yang mereka gak penuhin. Pasal apa tuh yang gak terpenuhi ? tentang waktu penyelesaian album foto dan video, dikontrak tertulis maksimal 3 bulan tapi kenyataannya sampe 6 bulan, kesel gak ? kesel kan ? yaa kesel dikit aja, karena gak terlalu ngoyo2 buru2, gak terlalu mikirin gitulah tentang hal ini. Lalu, lucunya tentang revisi video, kita udah kasih note beberapa hal yang perlu diilangin atau urutannya diubah, tapi finalnya tetep ada yang gak diikutin arahannya, ada scene yang minta diilangin aja tapi masih aja dimasukin ke video, duh duuh editornya lelah mungkin yaa hahaa kudu terus upgrade skill hahaaa... Oiya, entah kenapa aku dapat bonus 5 sheet album dari Omio yang tentunya bikin seneng, Alhamdulillah yaaaw heheee 
  5. Undangan, untuk undangan aku dikasih referensi sahabat di "Percetakan Citra" yang lokasinya di Depok. Kasih nilai 9,5 deh untuk percetakan ini. Selain jasa pembuatan undangan, mereka juga bisa bikin souvenir-souvenir berbasis kertas. Percetakan ini udah lama berdiri, pas datang ke sana banyak banget contoh-contoh undangannya bahkan artis-artis juga pada pesen disini loh, salah satunya shireen sama wisnu. Hasil cetaknya bagus dan harganya jauh lebih miring, bisa beda minimal 1000 rupiah untuk tiap pcs undangan kalau dibanding dengan vendor2 lain yang aku survei. Minimal pemesanan Citra harus 500 pcs dengan waktu yang dibutuhin untuk cetak undangan standarnya 3-4 minggu, tapi pas nikahan aku ada case khusus nih, karena pengurangan jumlah undangan aku juga minta untuk jumlah undangan yang dicetak berkurang, aku hanya butuh 200 pcs undangan tapi karena standar percetakan minimal 500 pcs, mereka kasih kesempatan pengurangan 100 pcs dari kontrak awal dengan kenaikan harga tiap pc 500 rupiah (harga undangan dengan model yang aku pesen jadi 8500, udah hardcover dan tinta timbul) laluu karena agak dadakan adain acaranya aku minta tolong untuk bisa diselesain cepet dan dalam 2 minggu 400 pcs undangan udah ready. Komunikasi dari pihak percetakan juga sangat baik. Overall sangat puas pake jasa percetakan citra. Oiya, selain undangan cetak, aku juga pakai undangan digital melalui "wedew" untuk beberapa teman kuliah dan sekolah, disini kita dapat website yang bisa bantu untuk menyebar undangan digital, mendata siapa saja yang bisa hadir dan tidak, dan memberikan ucapan selamat.

  6. Souvenir, aku pesan di "Alfiandra" yang lokasi tokonya di daerah cipinang dan rekomendasi dari marketing di SCS, untuk harga relatif murah kalau beli dengan jumlah banyak dan mereka punya banyak pilihan souvenir. Disini aku pesen souvenir gelas, dan lagi-lagi terlanjur pesen 500 pcs walau gegara kondisi covid-19 yang dibutuhkan hanya sekitar 200, alhasil souvenir-souvenirnya masih bersisa 1 container lebih, ini pun dengan udah bagi-bagi souvenirnya kemana-kemana.
Yaps, kira-kira tulisan di atas adalah review yang bisa aku share di blog ini, semoga ada yang bisa terbantu/tercerahkan terkait vendor2 untuk nikahan. :)

< Part 1
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hallo, Holla, Hai !

Tulisan kali ini, aku mau sharing review vendor-vendor pernikahan. Memilah-milah vendor yang akan berkontribusi dalam acara spesial merupakan sesuatu yang cukup bikin pusing, selektif menjadi hal yang sering banget ada dalam prosesnya, budget yang kita punya dan produk yang dihasilkan vendor adalah hal penting yang perlu kita pertimbangkan. Sebelum masuk ke list para vendor, aku mau cerita dikit, vendor pertama yang aku tentukan adalah catering, sebenernya setelah melakukan persiapan pernikahan, rasa-rasanya, step awal yang perlu Capeng lakukan adalah mencari venue bukan mencari catering karena kita perlu memastikan catering-catering mana yang sudah rekanan dengan venue yang kita gunakan karena apabila catering yang kita gunakan belum rekanan dengan pihak venue, maka akan ada biaya tambahan dari pihak gedung yang nilainya mungkin berkisar 5% - 20% biaya total catering

Cus ke list vendor-vendor untuk pernikahan yang aku pakai :

  1. Catering, aku pakai "Sawargi Catering Service", selain menyediakan jasa catering, SCS juga menyediakan jasa one stop service paket full wedding dengan beberapa vendor rekanan untuk dekorasi, MC, sanggar, dokumentasi foto & video, entertaiment/music, serta wedding organizer, jadi pihak capeng akan lebih mudah untuk menentukan vendor-vendor pernikahan lainnya. Pelayanan dari SCS ketika konsultasi tatap muka langsung sangat ramah dan senang memberi souvenir ke client2nya hehee, namun to be honest, untuk respon ketika lewat texting gituuu marketing-ku cukup slow response, mungkin karena banyak klien2 SCS lainnya. Untuk gambaran harganya di tahun 2020, SCS memberikan harga buffetnya 85.000/porsi dan menu gubukan berkisar 25.000/porsi s.d 50.000/porsi sesuai dengan menu yang dipilih.  Menurutku rasa makanannya enak-enak, sungguh !!! nilainya di angka 90-lah, namun tetap ada kekurangannya, saat acara aku, ada yang bilang sopnya agak hambar tapiiiii banyak makanan2 yang enaknya, pasta, dimsum, tekwan, chocolate melted tuh menu2 andalan mereka, salmon2nya juga enak tapi harganya tinggi euy..., untuk minuman menurutku disini jus melonnya seger banget, lalu lalu... SCS ini sering banget ngadain tes food, kayaknya saat persiapan ada 5-7 kali ikut tes food sawargi sekalian liat hasil dekorasinya dan juga makan gratis hihihi. Untuk pelayanan pada saat hari H, jujur ada kecewa yang aku rasain dari pihak SCS karena beberapa request yang mereka janjikan bisa dilakukan ternyata tidak terpenuhi (mungkin karena konsep acara yang gak familiar dengan biasanya) namun Alhamdulillah acara bisa berjalan cukup baik dan rasa dari makanannya memuaskan.
  2. Venue 1, di jakarta kita book "Graha Jala Puspita" di daerah slipi, gedungnya full carpet, kapasitas up to 1000 pax dengan harga cukup bersahabat, tahun 2020 di sekitar 21 jt dan tambahan untuk akad 1,5 jt, booking fee 5 jt.  Gedungnya terdiri dari 2 lantai (lantai 2 hanya untuk keluarga dan mushola tambahan), terdapat beberapa ruangan untuk persiapan pengantin dan keluarga, overall rapi dan bersih, tapi ada area di lantai 1 yang cukup banyak kolom-kolom gedung yang membuat penataan layout gubukan dan meja-meja kurang leluasa dan pergerakkan pun kurang bebas, parkir yang tersedia di area gedung sangat luas. Marketing disini sangat baik dan profesional, disaat kondisi covid-19 datang, pihak gedung aktif untuk menginformasikan terkait dengan acara pernikahan yang pastinya saat itu terkendala kondisi covid-19. Disini aku sempat reschedule acara sampe 2 kali karena covid-19, suatu kebaikan dari pihak gedung yang bener2 aku syukuri. Sayangnya aku gak jadi mengadakan acara disini karena pada saat Agustus 2020 belum ada peraturan yang mengizikan dilaksanakannya acara resepsi pernikahan di Jakarta.
    gedung graha jala puspita dari lantai 2 saat ada acara pernikahan
  3. Venue 2, di bulan Juli 2020, daerah Bekasi sudah secara resmi mengumumkan izin diadakannya resepsi pernikahan dengan penerapan protokol kesehatan, so untuk mentaati peraturan, aku pindah venue ke daerah bekasi, venue "Galea Belangi" di daerah jatiwarna. Venue ini menyewakan area Indoor (kapasitas 300 pax) dan area Outdoor (kapasitas 800-1000 pax). Untuk harga di tahun 2020, menurutku venue ini cukup mahal, sewa indoor 22 jt, outdoor 26 jt dan indoor+outdoor 37 jt. Aku sharing kelebihannya dulu, guys : Lokasi venue mudah dijangkau, tidak jauh dari exit toll jatiwarna (sekitar 5-15 menit), parkirannya sangat luas, venue sangat tertata rapi dan cantik, tersedia pula mushola, waiting room bagi para tamu, toilet yang bersih, dan banyak spot2 yang cocok untuk dijadikan spot foto instagramable, lokasi acara outdoor sangat luas. Beberapa kekurangan dari venue ini : Disamping venue ada pemeliharaan hewan ternak yang berdampak ada aroma kurang enak di beberapa kesempatan (pada saat acara pihak gedung melakukan antisipasi dengan memberikan pengharum alami untuk menghilangkan adanya aroma yang kurang enak), area untuk persiapan pengantin kurang mencukupi karena hanya terdapat 1 kamar untuk persiapan pengantin wanita dan 1 area seperti living room yang digunakan untuk persiapan pihak-pihak lainnya, bagian marketing venue ini sangat slow respond dan tidak profesional (tidak aktif dalam komunikasi, bahkan chat dari client jarang dibales padahal ada keterangan WAnya sedang online ._.), saat persiapan acaraku, senior marketingnya sedang cuti melahirkan dan digantikan oleh junior marketing, tiba-tiba mendekati hari H, pihak venue memberikan info bahwa ada biaya 3 jt (ditanggung antara client 50% dan pihak venue 50%) untuk penyemprotan desinfektan sebelum dan sesudah acara, kesel rasanya ketika dihubungi sulit banget tapi sekalinya bisa dihubungi ditagih biaya tambahan, arrrggghhh. Tapii yaaaa, Alhamdulillah bisa dapat venue di H-1 bulan yang sesuai dengan kriteria outdoor dan luas, jadi tamu-tamu bisa menerapkan jaga jarak yang sangat penting dilakukan di masa pandemi covid-19. 



    Out door Area Galea Belangi
  4. Dekorasi, untuk dekorasi acara aku ambil paket dari SCS dan hal ini yang bikin kecewa dengan SCS, hasilnya cukup tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan huhuhu, walaupun masih termasuk dekorasi yang cukup layak hanya aku tetap ngerasa kecewa, mungkin karena waktu yang super singkat untuk perubahan konsep yang menyesuaikan venue, mungkiiiin ya. Saat diskusi dekorasi, data acuan untuk dekorasi sudah lengkap disertai foto yang diinginkan serta penataan layout gubukan dan lain halnya, pihak vendor menyanggupi tapi saat hari H di lapangan cukup banyak yang tidak sesuai. wajar bangetkan ya kalau kecewa. Mungkin karena SCS tidak familiar dengan konsep outdoor tapi kalau untuk dekorasi indoor rasanya sudah banyak contoh-contoh dekorasi cantik di akun media sosial SCS yang bisa dicontoh. Kecewa terkait dekorasi dan penataan layout ini sampe kebawa mimpi loh wkwk, andaikan waktu bisa diulang, bakal pilih vendor dekorasi lain yang memang sudah pengalaman untuk outdoor wedding.
  5. Wedding Organizer, aku pakai "WE Organize" yang merupakan saran dari pihak SCS. WO ini memiliki beberapa paket jasa, dua diantaranya jasa all in, dimana pihak WO akan membantu persiapan dari mulai pemilihan vendor-vendor dari awal tapi aku hanya pakai jasa one day service di hari H. Dari pengalaman yang aku dapat, WO cukup membantu jalannya acara, khususnya untuk susunan acara yang disesuaikan dengan keinginan. pihak WE organize sangat ramah dan juga menyediakan jasa MC, komunikasi juga baik sehingga sangat nyaman untuk melakukan diskusi. Walaupun menggunakan one day service, pihak WO tetap membantu melakukan checklist persiapan acara secara general dari sebelum hari H. Untuk kinerja di hari H aku kurang bisa berkomentar karena tentunya pengantin fokusnya ke tamu-tamu yang memberi ucapan, namun ada miss yang sangat kelihatan ketika acara, yaitu ketika mengatur prosesi pemberian selamat dari para tamu, anggota WO kurang ramah dalam mengatur para tamu sehingga tampak kurang nyaman, dan ada tamu VIP yang tidak dikenali oleh pihak WO yang membuat perasaan sungkan ke pihak tamu tersebut. Well, penjelasan dari pihak WO dikarenakan penggunaan masker, dari jawaban tersebut, aku menilai bahwa tim di lapangan saat hari H kurang inisiatif.
To Be Continued...


Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Next, kita bahas persiapan lebih detail dengan konsep-konsep acaranya :

  1. Mencari venue baru, hal pertama yang sangat perlu dilakukan adalah menentukan venue baru di daerah Bekasi. targetnya adalah venue outdoor yang bisa memberikan area luas sehingga social distancing bisa diterapkan. Alhamdulillah, orang tua gercep banget untuk survei-survei ke lapangan dan dalam waktu sekitar 2 minggu, venue baru sudah didapat. Fun fact, venue yang dipilih orang tua adalah venue yang aku inginin beberapa tahun lalu saat masih meng-khayal nikah, tapi saat bener-bener mempersiapkan pernikahan, gak pernah sama sekali aku sebut-sebut karena lokasinya di Bekasi sedangkan ayah minta untuk acara resepsi di Jakarta, selain itu harganya yang relatif tinggi (menurutku) jadi alasan untuk mengurungkan nikah di venue tersebut. qadarullah ya... karena kondisi pandemi akhirnya berjodoh dengan venue galea belangi.
  2. Update list undangan, terkait undangan, kami harus meng-cut jumlah rencana awal sekitar 1100 pax menjadi maksimal 500 pax (50% kapasitas venue). aku set maksimal 450 pax  undangan dengan perkiraan kehadiran 80%. Konsep acara dibagi menjadi 2 sesi, dimana tiap sesi hanya sekitar 200 orang pada kapasitas outdoor 800 - 1000 orang. Realisasi saat acara, total tamu yang hadir pada 2 sesi ada sekitar 380 orang.
  3. Proses undangan dan souvenir, bad news, karena kontrak undangan dan souvenir sudah di sepakati di bulan Maret sehingga untuk jumlah undangan hanya bisa dikurangi menjadi 400 sedangkan sebenarnya undangan yang dibutuhkan hanya 200. Di undangan tertera dengan highlight pembagian sesi acara dan arahan untuk menggunakan masker dan berjaga jarak. Souvenir pun sama, udah terlanjur pesan 600 pcs padahal hanya butuh 300 pcs (include spare). selesai acara, masih ada 2 kardus yang full souvenir.
  4. Pembahasan kontrak baru dan konsep acara, kontrak yang dibahas ini terkait dengan jumlah catering, menu menunya, dekorasi, sanggar beserta attirenya, sedangkan untuk konsep acara adalah hal utama yang bener2 jadi pikiran, beberapa hal yang aku rencanakan dan sampaikan ke vendor:
    • Desinfektan, dilakukan penyemprotan desinfektan pada venue baik sebelum acara dan sesudah acara.
    • Pembagian sesi acara, para undangan dibagi menjadi 2 sesi yang diinfokan pada undangan yang diberikan, sesi pertama adalah saat akad nikah yaitu sekitar pukul 4.00 - 6.00 pm, setelah proses akad nikah, para undangan bisa langsung menyantap hidangan layaknya hidangan saat resepsi. Kemudian saat magrib para undangan sesi pertama dipersilakan pulang dan pada pukul 6.30 - 08.00 pm acara diperuntukkan untuk undangan sesi kedua. Untuk pengantin beserta orang tua tetap ganti baju namun untuk hidangan bisa tetap disantap oleh para tamu walaupun pengantin dan orang tuanya belum siap di pelaminan. To be honest, dengan pembagian sesi seperti ini waktu untuk take foto dan video dokumentasi agak terganggu, so mungkin lebih baik kalau waktu per-sesi lebih panjang.
    • Setting jumlah tamu saat acara berlangsung, Kapasitas venue sebanyak 800-1000 orang, diset agar hanya maksimal 200 orang di saat yang bersamaan.
    • Rundown acara, Selain waktu pelaksanaan yang diatur berbeda dari acara pernikahan umumnya, tentu untuk menjaga protokol kesehatan ada beberapa konsep dan rundown acara yang dihilangkan. Umumnya para tamu bersalaman dengan pengantin dan kedua pasang orang tuanya namun di acara ini, tidak ada jabat tangan. Selain itu kami tidak mengadakan acara seru-seruan seperti peleparan bouquet bunga atau acara tari-tarian yang biasa dilakukan mendekati penghujung acara, atau pun tidak ada keluarga atau kerabat yang menyumbang lagu. Semua hal tersebut untuk menghindari adanya kerumunan yang tidak berjarak serta kontak seseorang melalui benda yang memungkinkan terjadinya transfer virus.
    • Pengecekan suhu, di venue difasilitasi 3 titik pengecekan suhu, 2 titik disediakan pihak venue dan 1 titik dibantu oleh WO. Titik pertama di gerbang masuk awal menuju parkiran, lalu di pintu antara area parkir dengan area acara dan saat memasuki area daftar penerimaan tamu. Apabila ada tamu diatas suhu 37o C, maka akan ditempatkan di bangunan terpisah dari lokasi acara dan dicek kembali tiap 5 menit sebanyak maksimal 3 kali, apabila suhunya tidak turun maka tamu dipersilakan untuk pulang dan beristirahat.
    • Masker/faceshield, semua diwajibkan memakai masker kecuali saat menyantap makanan.
    • Cuci tangan, disediakan westafel dan tamu diarahkan untuk mencuci tangan saat akan memasuki area acara, dalam area acara juga terdapat westafel dan banyak handsanitizer yang tersebar di meja-meja serta anggota WO selalu ready untuk dimintakan handsanitizer oleh para tamu yang membutuhkan.
    • Pengisian buku tamu, penulisan buku tamu dilakukan oleh penerima tamu sehingga tidak ada pulpen yang berpindah tangan.
    • Layout, memanfaatkan area yang sangat luas, penempatan gubukan makanan disetting berjauhan. Perlu usaha berjalan cukup jarak untuk menyantap makanan tapi hal ini memang sengaja diatur untuk menghindari kerumunan antrian. Kemudian aku juga menambah jumlah kursi dan minta kepada vendor untuk dapat ditempatkan menyebar dan berjarak. Dari jumlah tamu 200 orang aku sediakan sekitar 180 kursi yang harusnya tersebar, tujuannya agar tamu bisa menyantap makan dan minum sambil duduk dan mengkondisikan lokasi para tamu. Selain itu juga terdapat sign arahan untuk membantu memahami protokol kesehatan yang diterapkan saat acara.
    • Proses pelayanan makanan dan minuman, makan di gubug dan yang biasanya prasmana serta area VIP semuanya dilayani oleh waiters, tamu tinggal menyodorkan piring saja. Kemudian untuk penyediaan jus di tempatkan dalam botol, buah-buahan di wadah 1 porsi dan air putih menggunakan air mineral gelas sehingga hanya diperuntukan memang untuk 1 orang dan selesai makan/minum dapat langsung dibuang.
Yups, kira-kira itu langkah yang aku lakukan untuk mengadakan acara resepsi kecil-kecilan dalam masa pandemi ini. oiya, selain itu juga selalu doa semohon-mohonnya, mohon agar acaranya aman dan lancar, diberikan kesehatan baik pemilik hajat atau para undangan karena sejujurnya sangat degdegan, mungkin dibanding degdegan mau nikah, lebih degdegan acaranya aman atau gak, dedegannya sampe hari H+15 hari loh.

Untuk acara aku ini, Syukur Alhamdulillah aman, selain dengan konsep acara yang diusahakan bisa menerapkan protokol kesehatan (walau sayangnya gak semua konsep yang aku minta benar 100 % dijalankan dengan baik), mungkin karena semua orang yang hadir dalam acara adalah orang-orang yang alhamdulillah sehat, tapi sebenernya menurutku ini bukan hal yang harus dicontoh loh. Kalau memang bisa (semua pihak menyetujui) untuk tidak mengadakan acara yang memiliki risiko selama pandemi ini, lebih baik untuk ditahan-tahan aja, karena sebenernya yang penting memang akadnya dan diumumkannya terkait pernikahan tersebut, sebenernya untuk mengumumkan bisa dengan banyak cara, misal kirim besek ke tetangga-tetangga dan manfaatin media sosial. :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai hai...
Lama tak bersua di blog... kali ini aku mau menuliskan pengalaman nikah di masa “new normal pandemi covid-19" tahun 2020. Tulisan ini sebagai catatan buat aku untuk menolak lupa manis-asam-asin mempersiapakan pernikahan atau kali aja bisa untuk sharing ke siapa pun yang lagi iseng mampir baca blog hihiii...

Pernikahan (akad & resepsi) yang merupakan hal yang diimpikan sebagian besar masyarakat Indonesia menjadi salah satu hal yang sangat terdampak oleh kebijakan pemutusan penyebaran rantai covid-19. Banyaaak, sangat banyak pasangan calpeng yang menunda acara untuk bisa mentaati kebijakan tersebut, ya kaaan ?

Well, salah satunya aku
rencana awal melangsungkan pernikahan di bulan Syawal yang saat itu jatuh di Juni 2020 akhirnya diundur. Persiapan udah dimulai sejak Januari 2020 dan target selesai Maret 2020 dengan tujuan bisa menjalani Ramadhan dengan tenang dan damai, eh eh... ternyata di awal Maret 2020 mulai bermunculan kabar covid-19 di Indonesia dan dampak-dampaknya sehingga aku, mas calsu dan keluarga memutuskan untuk menunda acara ke Agustus 2020 dengan perkiraan pandemi covid-19 selesai Mei 2020.

“kenapa akad-nya ditunda ? akad dulu aja yang penting sah"

Ya ya yaaa...
“akad dulu aja, itu sesuatu yang sebenernya aku inginin, tapi sayangnya kondisi saat itu masih dalam darurat covid dan PSBB,  calon posisinya kerja di Jawa Tengah, kondisi keluarga calon yang sudah sepuh-sepuh, dan keinginan orang tua menjadi faktor-faktor kenapa gak melaksanakan akad dulu aja. Pernikahan itu suatu acara yang gak cuma calpengnya aja yang ngurus dan punya keinginan, keluarga juga jadi faktor yang perlu dipertimbangkan, ya kan... ya kan ?”

Berjalannya waktu hingga di awal Juni 2020, memasuki masa New Normal walau pandemi covid-19 belum terlihat signifikan meredanya, PSBB jakarta masih diperpanjang diperpanjang dan diperpanjang berkali-kali, so... dengan segala kekhawatiran tidak bisa melangsungkan acara di agustus 2020, kami mencari tanggal lainnya yang available di vendor venue kami. Januari 2021 adalah waktu terdekat yang available di venue, sebelum itu full booked setelah itu pun sudah full booked. Segitu banyaknya yang mau nikah euuuy.

Alhamdulillah..., vendor-vendor yang kami ajak bekerja sama sangat baik dan mau menerima re-schedule acara, kita booked 2 tanggal baru yang sifatnya flexible mengikuti kondisi. Walau ga semua vendor masih available, MUA yang sudah aku booked untuk acara Juni sudah full booked di Agustus 2020 so aku harus cari-cari MUA lagi.

Tiada hari tanpa doa dan mencari update perkembangan covid-19, hingga akhir juni... rasanya kondisi tak kunjung membaik, rasa-rasanya rencana pernikahan (akad & resepsi) di Agustus 2020 tak bisa direalisasikan. Huft huft huft, hati rasanya gak ingin tunda-tunda lagiii.
Dalam agama, pernikahan itu salah satu hal yang perlu disegerakan, bukan bermakna buru-buru loh ya, tapi kalau sudah memenuhi syarat dan sudah ada calonnya yang Insha Allah Sholeh/Sholehah, ya segerakan ! ðŸ˜Š

Akhirnya aku ngajak diskusi keluarga dan mas calsu, menyampaikan saran untuk bisa dilaksanakan akad dulu di agustus 2020. Mas calsu dan keluarganya setuju-setuju aja, namun keluarga ku masih punya pertimbangan-pertimbangan lain. Selama beberapa hari hal ini jadi diskusi dengan beberapa opsi yang semuanya sempat menjadi pilihan, LOL.
  1. Akad dulu resepsi menyusul, dengan menyampaikan pertimbangan-pertimbangan yang logis, opsi ini sempet disetujui bersama secara tentative, melihat kondisi di bulan Juli, tapi setelah disetujui, aku malah berpikir ulang lagi, seakan gak ingin ribet ngadain resepsi yang entah kapan bisa diadain dan kondisi rencana setelah nikah akan dampingin suami kerja sesuai dengan penempatannya yang sampai saat itu masih belum jelas setelah jogjakarta akan dipindah kemana.
  2. Akad aja tanpa resepsi, well, karena merasa ada yang mengganjal di opsi 1, aku mencoba memberikan saran baru dengan segala pertimbangan yang terlintas. Intinya untuk menghindari keribetan, aku mengusulkan untuk akad saja tanpa adanya resepsi, ketika orang tuaku setuju lalu aku coba diskusilah dengan mas calsu, dan ternyata dari calsu dan keluarganya juga tidak keberatan. So, ketemu satu suara, akan ada akad nikah di agustus tanpa harus mikir acara resepsi.
  3. Akad dan resepsi menerapkan protokol kesehatan, selang beberapa hari setelah opsi 2 diputuskan, tiba-tiba orang tuaku ngajak diskusi, intinya setelah mendapat informasi bahwa di Bekasi sudah diizinkan mengadakan resepsi dengan protokol kesehatan dan diskusi dengan pihak vendor yang menyanggupi protokol tersebut, orang tuaku memutuskan untuk memilih opsi ketiga. Perasaan tiba2 kesal, opsi 2 sudah diputuskan bersama, opsi yang menurutku sangat simple dan aman, dan kondisi keluarga besan sudah setuju, tiba2 harus dibahas ulang lagi. Saat diskusi lagi dengan calsu dan keluarganya, mereka tidak keberatan untuk opsi 3, well, keluarga besan sangat tidak menuntut, ngikuuut saja dan percaya. Hamdallah yaaa.
Orang tuaku berinisiatif untuk aktif berdiskusi dengan vendor terkait peraturan protokol tersebut, mereka menyanggupi dan memberikan informasi bahwa perhimpunan para vendor pernikahan telah merumuskan protokol-protokol untuk diterapkan dalam resepsi di masa new-normal dan protokol tersebut didiskusikan juga dengan pihak pemerintah daerah bekasi.

Dengan kondisi seperti itu, aku yang harus mengalah. Melihat keinginan orang tua yang sangat kuat dan semangat mereka untuk bisa merealisasikan opsi ke 3 serta update peraturan Pemkot Bekasi.

Persiapan pun dimulai untuk merealisasikan opsi ketiga :
  1. Mencari venue baru (karena venue awal di jakarta dan harus dipindah ke bekasi)
  2. Update list undangan (tentu perlu dilakukan pengurangan)
  3. Pembahasan kontrak baru dan konsep acara
  4. Proses undangan dan souvenir
Semua persiapan di atas harus selesai dalam waktu sekitar 1 bulan. Riweh ? ya lumayan.. tapi Alhamdulillah sangat terbantu oleh orang tua yang semangat untuk adanya acara tersebut.

To Be Continued



Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hari ini harus lebih baik dari hari yang lalu
Hmmm....
Kalimatnya memang terkenal seperti itu
Tapi menurutku seharusnya bukan hari yang jadi patokannya

Pertanda untuk jadi lebih baik bukan munculnya mentari pagi dari persembunyiannya
Tapi... saat kamu tersadar dari mati suri
Iya, mati suri !
Setiap saat kelopak matamu terbuka, setiap saat !
Karena disaat itu kamu mulai menciptakan kehidupanmu yang baru
Lagi dan terus berulang

Sedikit munafik sepertinya
tapi, apa ada yang salah dari perkataanku?
Sepertinya tidak ada 
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Sayangnya... langit sudah menjatuhkan butir-butir bening sejak fajar
Aku kira tidak akan berhenti dalam waktu dekat
Lihat saja, langit kelabu terlalu luas
Sedangkan angin yang bertiup hanya sepoi-sepoi

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Share
Tweet
Pin
Share
No comments





look at our face! yang lagi selfie di bawah terik matahari jakarta. Ini masa-masanya abis kelar ngerjain laporan irigasi yang kelewat batas dan bikin liburan dua bulan jadi dua minggu. -__-  *nasib anak teknik sipil universitas diponegoro ya gini*
Kisahnya ini, kita lagi selfie pas baru masuk dufan, naik kuda-kudaan (entah lupa nama permainannya) , lanjut naik kora-kora, naik di bagian paling ujung, dan ternyata itu asiiik :3
Jalan cuma berdua, pake baju sama persis bertuliskan civiliano hooligan (ceritanya cinta jurusan) dan bisa naik 13 wahana,hmm... bahkan Adlin lebih, WOW ini acara main ke dufan paling TOP, soalnya kita gak lama ngantri kecuali buat naik arum jeram, itu pun masih excuse-lah, bisa dibilang cepet.
Tapiiiii
ada kisah miris juga, camdig yang rencananya bakal kita pake untuk foto-foto cantik  malah error di awal-awal petualangan, so cuma dikit deh fotonya, dan setelah naik jet coaster si sandal  rusak, alhasil kudu beli sandal di tkp, dan adanya sandal jepit gitu kan. Nah, berhubung keesokan harinya harus dateng kesekolahan untuk ngisi acara expo campus dan gak ada alas kaki untuk kesana, kita mampir dulu deh pas pulang ke WTC mangga dua, zonknya disana toko udah pada tutup :”“
Lanjut pindah ke Atrium senen yang sejalan sama jalan pulang.
Hmmm… Banyak mata gitu yang melirik kita, dua gadis dengan kostum hampir sama dan pakai sandal jepit pula, dua-duanya hahaa

Unyu yaaahh masih semester tiga nih, dan sekarang udah lulus, dan kita berhasil partneran di setiap tubes hingga Tugas Akhir !!! 
Pertanyaannya.... Akur terus tuh selama nugas bareng 4 tahun 4 bulan ?
Gaaaak !!! ada cekcok-cekcok dikitlah , tapi tetep bisa diatasi haha

Bersyukur Allah sudah menskenarionkan perpartneran kitaaa :)
Makasih ya ndut-kuuuu
Love You Adlina Kusumadewi, The one and only Partner Tubes selama Ngampuuuy

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
MUBAT a.k.a
Muka Bangun Tidur

Ngapain tew ? ngeluarin rasengan ya ? hehe 

Nahlo, gak ada yang siap untuk kejepret



Well, let's get the capture of mine and my lovely Pralestika
:)


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About me

Virginia Listyani | Since 1994 | Engineer X Designer | Random | Indonesian |

Follow Me

  • LinkedIn
  • @virginialisty
  • @vrg.niaa
  • Twitter
  • Facebook
  • Youtube

Blog Archive

  • ►  2014 (1)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Feb (1)
  • ►  2016 (6)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sept (1)
  • ►  2017 (7)
    • ►  Mar (7)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Sept (2)
  • ▼  2021 (2)
    • ►  Mar (1)
    • ▼  May (1)
      • Review Vendor Pernikahan Part 2 (Seserahan, MUA, S...

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates