• Home
  • About
  • Mine
    • Life
    • Thoughts
    • Words
    • Beauty Stuff
  • Traveling
  • Foodie
  • Art & Snap
  • Portfolio
Powered by Blogger.
Linkedin instagram twitter facebook

Pages

Keep silent, please. Let's enjoy some things


Hari ini harus lebih baik dari hari yang lalu
Hmmm....
Kalimatnya memang terkenal seperti itu
Tapi menurutku seharusnya bukan hari yang jadi patokannya

Pertanda untuk jadi lebih baik bukan munculnya mentari pagi dari persembunyiannya
Tapi... saat kamu tersadar dari mati suri
Iya, mati suri !
Setiap saat kelopak matamu terbuka, setiap saat !
Karena disaat itu kamu mulai menciptakan kehidupanmu yang baru
Lagi dan terus berulang

Sedikit munafik sepertinya
tapi, apa ada yang salah dari perkataanku?
Sepertinya tidak ada 
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Sayangnya... langit sudah menjatuhkan butir-butir bening sejak fajar
Aku kira tidak akan berhenti dalam waktu dekat
Lihat saja, langit kelabu terlalu luas
Sedangkan angin yang bertiup hanya sepoi-sepoi

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Share
Tweet
Pin
Share
No comments





look at our face! yang lagi selfie di bawah terik matahari jakarta. Ini masa-masanya abis kelar ngerjain laporan irigasi yang kelewat batas dan bikin liburan dua bulan jadi dua minggu. -__-  *nasib anak teknik sipil universitas diponegoro ya gini*
Kisahnya ini, kita lagi selfie pas baru masuk dufan, naik kuda-kudaan (entah lupa nama permainannya) , lanjut naik kora-kora, naik di bagian paling ujung, dan ternyata itu asiiik :3
Jalan cuma berdua, pake baju sama persis bertuliskan civiliano hooligan (ceritanya cinta jurusan) dan bisa naik 13 wahana,hmm... bahkan Adlin lebih, WOW ini acara main ke dufan paling TOP, soalnya kita gak lama ngantri kecuali buat naik arum jeram, itu pun masih excuse-lah, bisa dibilang cepet.
Tapiiiii
ada kisah miris juga, camdig yang rencananya bakal kita pake untuk foto-foto cantik  malah error di awal-awal petualangan, so cuma dikit deh fotonya, dan setelah naik jet coaster si sandal  rusak, alhasil kudu beli sandal di tkp, dan adanya sandal jepit gitu kan. Nah, berhubung keesokan harinya harus dateng kesekolahan untuk ngisi acara expo campus dan gak ada alas kaki untuk kesana, kita mampir dulu deh pas pulang ke WTC mangga dua, zonknya disana toko udah pada tutup :”“
Lanjut pindah ke Atrium senen yang sejalan sama jalan pulang.
Hmmm… Banyak mata gitu yang melirik kita, dua gadis dengan kostum hampir sama dan pakai sandal jepit pula, dua-duanya hahaa

Unyu yaaahh masih semester tiga nih, dan sekarang udah lulus, dan kita berhasil partneran di setiap tubes hingga Tugas Akhir !!! 
Pertanyaannya.... Akur terus tuh selama nugas bareng 4 tahun 4 bulan ?
Gaaaak !!! ada cekcok-cekcok dikitlah , tapi tetep bisa diatasi haha

Bersyukur Allah sudah menskenarionkan perpartneran kitaaa :)
Makasih ya ndut-kuuuu
Love You Adlina Kusumadewi, The one and only Partner Tubes selama Ngampuuuy

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
MUBAT a.k.a
Muka Bangun Tidur

Ngapain tew ? ngeluarin rasengan ya ? hehe 

Nahlo, gak ada yang siap untuk kejepret



Well, let's get the capture of mine and my lovely Pralestika
:)


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
4. Masa Perkuliahan
Hal mengejutkan ketika masuk perkuliahan adalah jumlah mahasiswa dalam satu mata kuliah (hampir tiap matkul), 70 orang adalah jumlah minimal, bisa jadi lebih karena ada tambahan dari kakak tingkat yang mengambil ulang kelas tersebut. Semester pertama berjalan begitu saja dengan tugas kuliah dan tugas orientasi yang cukup melelahkan. Pernah nangis dan merasa buntu, merasa gak pernah bisa belajar karena kerjaannya ngejar deadline tugas besar dan tiba-tiba UTS dan UAS udah di depan mata. 
"Kita selama ini belajar apa ya ? kok udah UAS aja" sebuah celetukan yang pernah aku sampein ke partner nugas aku di waktu menjelang UAS semester 1

UAS semester pertama terasa cukup kacau sampai waktu itu nelpon ibu untuk bilang "maaf ya, vi ngerasa ujiannya gak maksimal".
Tapi saat keluar hasilnya, syukur alhamdulillah masih bisa dibilang aman.

Lanjut ke semester ke-dua, karena merasa di semester awal gak maksimal so di semester ini aku bertekad untuk memperbaiki, singkat cerita semester ini ada peningkatan.

Lanjut ke semester ke-tiga, mencoba mempertahankan perbaikan di semester 2, awal semester masih terasa semangat, tapi dipertengahan tiba-tiba pikiran terasa kacau.
Ada yang berbeda memasuki semester 3 ini, yang paling bikin kesel adalah kelas dengan 4 sks, jumlah mahasiswanya mencapai 140 orang, kelas rasanya sudah sangat tidak kondusif dan ini artinya mahasiswa harus bener-bener mandiri untuk belajar mata kuliah tersebut.
Aku kesulitan disini, karena aku tipe yang butuh ada input pemahaman dari kelas, tapi kenyataannya setiap keluar kelas entah apa yang aku dapat, nihil.
Di semester ini aku mulai banyak mengeluh dan meminta ke ibu untuk pindah jurusan tapi, kata ibu "coba jalanin dulu, bertahan, mba udah masuk teknik sipil ini kan udah atas izin Allah, jalanin aja"
daaan, hasil di semester ini, IP turun hingga ke angka 2,7.

Lanjut ke semester ke-empat, masih dengan drama "mama, aku minta pindah jurusan" dan dengan mindset "aku jenuh dan gak tertarik dengan apa yang aku pelajari saat ini", hasil semester ini IP semakin menurun!!! walaupun IPK masih di angkat 3,... (bersyukur terbantu IP di semester 2 yang alhamdulillah tinggi) tetap pikiran jadi kacau.
namun hasil IP tersebut tetap gak mengubah jawaban ibu untuk minta aku tetap bertahan di jurusan tersebut, malah nih... jawabannya bertambah "nanggung, udah semester 4, udah setengah jalan".

Oke, fix ini mah gak ada harapan untuk dapat izin orang tua.

Dengan kondisi gitu, aku hanya bisa meninggikan rasa tanggung jawab sebagai anak yang dibiayai orang tua, berusaha untuk semangat lagi walauu ya... naik turun gak karuan semangatnya, usaha untuk ngerjain tugas-tugas besar dan do'a tetep lanjut tapiii kalimat yang sering terucap :
"ini apa sih ngintung luas besi sama beton aja kerjaannya, gambarnya hanya kotak-kotak sama lingkaran, gak ada yang indah2nya gitu?"
"duuh, aku salah jurusan nih, gak passion, gimana ya... gak ada semangat buat belajar"

Sampai suatu ketika... selepas ujian aku ngucap kalimat di atas, ada seorang temen yang menanggapi dengan inti kalimat "Vir, jangan dipikir gitu terus, itu malah bikin pikiran negatif dan gak semangat, passion itu bisa dibentuk kok"
DEG, tetiba kata2 itu semacam menyadarkan, kalau dengan ngeluh malah bisa bikin hal ini tambah berat, dan dengan kondisi saat itu (tidak ada ACC pindah jurusan) lebih baik mencoba berpikir positif dan membentuk sebuah passion di tempat aku saat ini.

Entah, passion itu beneran bisa kebentuk atau gak, tapiii dengan mencoba mempercayai kalimat itu dan lebih berpikir positif serta menjauhkan pikiran negatif, it works on me.

Semester-semester selanjutnya, nilai aku membaik dan bisa lulus cukup tepat waktu dengan IPK yang cukup baik.

So, buat kalian yang merasa salah jurusan tapi gak dapat restu pindah jurusan dari orang tua, mungkin kisah ini bisa sedikit membantu.

- Rasa tanggung jawab yang dipegang erat-erat
- Usaha dan Do'a yang harus terus berjalan
- Selalu berusaha untuk berpikir positif dan jauh jauh dari pikiran negatif
- Cari aktifitas diluar perkuliahan yang kalian minati (tanpa menggangu kegiatan kuliah loh ya)

Apapun yang terjadi dalam hidup kita sudah dengan izin Allah dan bisa jadi hal yang terbaik untuk diri kita, yang perlu kita kontrol adalah diri kita sendiri. Di awal yang terpikirkan hanya sebuah kesalahan yang berhasil memunculkan kalimat "seandainya duluuuuu aku gak milih jurusan ini" bisa berakhir dengan "ternyata banyak kok yang bisa disyukuri dengan ambil jurusan ini"

Kali aja beberapa hal di atas bisa membantu membentuk passion yang baru, atau setidaknya membantu menjalani kehidupan perkuliahan (salah jurusan). Semoga dengan mengikuti keinginan orang tua kita, ada keberkahan yang dititipkan didalamnya :)

Sekian....
Part 1
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Masuk jurusan yang sesuai dengan passion memang merupakan suatu hal yang perlu disyukuri dan mungkin akan memberikan banyak benefit dalam perkembangan diri individunya, 
namun... bagi kalian yang merasa salah masuk jurusan, percayalah "pindah jurusan bukan satu-satunya jalan keluar bagi kalian" tapiii bukan berarti ada larangan untuk kalian pindah jurusan yaaa, pindah boleh-boleh ajaaa, sah-sah ajaaa

---

"Teknik Sipil" adalah sebuah jawaban pasti ketika aku mendapat pertanyaan "kuliah jurusan apa?"
Well, kisah masuk teknik sipil ini selalu aku anggap sebagai sebuah jalan yang dibantu oleh Allah, bukan jalan hidup yang aku rencanakan sedikit pun, bukan pula permintaan dari orang tua atau keluarga lainnya.
"Nihil" adalah kata yang cocok untuk mendeskripsikan pengetahuan aku tentang teknik sipil di masa menjelang kuliah, tapi nyatanya sekarang, setelah menjalani perkuliahan selama 4 tahun 3 bulan, aku  lulus dengan gelar "Sarjana Teknik" dengan segala kisah suka duka yang bisa dikenang dan disyukuri :)

Cerita ini bermulaaaa....

1. Pendaftaran SBMPTN Undangan
Setelah konsultasi kesana-kemari dengan berbagai pembimbing, jatuhlah pilihanku untuk mendaftar teknik geodesi di dua universitas yang berlokasi di Jawa Tengah. Tiba hari pendaftaran, aku dibantu  pihak sekolah untuk proses pendaftaran, saat itu yang membantuku adalah salah seorang IT. Tiap pendaftar memiliki kesempatan untuk memilih 2 universitas dengan 2 jurusan di tiap universitasnya.

IT : mau daftar apa ?
Vi : daftar Undip dan UGM, pak. teknik geodesi
IT : yang pertama Undip ? Teknik Geodesi sama apa ?
Vi : iya, pilihan pertama Undip, jurusan teknik geodesi aja pak
IT : loh kan ada kesempatan pilih 2 jurusan, pilih satu lagi aja
Vi : gak ada pilihan lain, pak. satu aja gapapa
IT : sayang loh kesempatannya gak dipakai

(entah bagaimana... tiba-tiba kepikiran untuk memilih jurusan secara asal, dan kepikiran teknik sipil dengan dasar... saat mencari info pendaftar tahun lalu, teknik sipil termasuk banyak peminatnya, dengan kondisi seperti itu aku pikir gak akan lah keterima, daftar hanya untuk formalitas aja)

Vi : gitu ya pak, yaudah satunya saya pilih teknik sipil deh
IT : teknik sipil ya, ini yang pilihan pertama yang mana ?
Vi : teknik geodesi, pak
IT : pilihan pertama yang passing gradenya lebih tinggi dong, kan ini tinggian teknik sipil
Vi : gitu ya pak, yaudah deh pertama teknik sipil

(well, labil ya... dengan mudah langsung berubah gitu aja dan perubahan itu masih dengan pemikiran, paling juga gak akan keterima di teknik sipil, numpang lewat aja)

2. Pengumuman Hasil SBMPTN Undangan
Selang beberapa bulan, keluarlah pengumuman di sore hari, tepat pukul 16.00 WIB. Saat itu aku terkejut dan secara spontan merasa bahagia atas sebuah pencapaian "diterima di teknik sipil Undip".
lucunyaaa kebahagiaan itu hanya terasa sesaat.

Masih teringat jelas, selepas melaksanakan sholat magrib, aku nangis iiss iisss... meratapi sebuah nasib kalau aku akan melanjutkan kuliah di jurusan teknik sipil yang aku gak tau itu apa, serasa semua konsultasi yang aku lakukan beberapa bulan menjelang pemilihan jurusan itu gak ada maknanya, impian2 yang aku bayangin kandas daas daas...

Mungkin ada yang berpikir "daftar lagi saja ke jurusan lain melalui ujian tertulis" tapi aku gak bisa ngelakuin itu, kenapa ? karena pihak sekolah SMAku bisa terdampak dalam seleksi SBMPTN Undangan tahun selanjutnya. Menolak melanjutkan proses daftar ulang dan mencoba ujian masuk ke jurusan lain terkesan terlalu egois bagi aku, so aku melanjutkan proses dan menuju ke perkuliahan teknik sipil

PS : Dalam masa menuju mulainya tahun ajaran baru, aku membaca buku panduan dimana didalmanya tertulis "setelah menjalani 2 semester, mahasiswa/i dapat mengajukan proses pindah jurusan. hal ini tiba2 jadi pencerahan dan aku langsung bilang ke ibu "bu ini bisa pindah jurusan kalau udah jalanin kuliah 2 semester" tapi respon ibu "jalanin dulu aja, belum juga mulai kuliahnya".
aku juga pernah menelpon pihak univ untuk menanyakan "bisa gak saya pindah ke jurusan teknik geodesi?" dengan harapan kali aja bisa dipindah kalau dari awal minta, tapi ternyata jawabannya "tidak bisa". Anw, aku sampe nelpon 2 kali dengan harapan jawaban kedua berbeda dari jawaban pertama, tapi ternyata jawabannya sama aja. huft

3. Mulai Masa PMB
Satu hal yang paling teringat saat masa orientasi, ketika seorang dosen menanyakan "apa yang kalian ketahui tentang "beton" ?". Aku terkejut, ketika banyak teman2 yang mengangkat tangannya karena mereka mengetahui tentang beton, sedangkan aku sama sekali gak tau dan bahkan baru mendengar kata "beton". Merasa terkucilkan, perasaan salah jurusan tiba2 berkembang. Haduuuh duuuh duuuh :(

To be continue...
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

Virginia Listyani | Since 1994 | Engineer X Designer | Random | Indonesian |

Follow Me

  • LinkedIn
  • @virginialisty
  • @vrg.niaa
  • Twitter
  • Facebook
  • Youtube

Blog Archive

  • ►  2014 (1)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Feb (1)
  • ►  2016 (6)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sept (1)
  • ▼  2017 (7)
    • ▼  Mar (7)
      • Merasa Salah Masuk Jurusan (Teknik Sipil) - part 1
      • Merasa Salah Masuk Jurusan (Teknik Sipil) - part 2
      • Makrab KSAKS 2015
      • LET'S DO FUN at DUFAN - SHORT ESCAPE
      • Birthday Gifts
      • Hujan Ini Masih Lama
      • Hari Ini dan Keesokannya ?
  • ►  2018 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Sept (2)
  • ►  2021 (2)
    • ►  Mar (1)
    • ►  May (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates